5 Ciri Yang Tidak Bisa Diajarkan Di Layanan Pelanggan


5 Ciri Yang Tidak Bisa Diajarkan Di Layanan Pelanggan

Ada beberapa karakter atau ciri yang tidak bisa diajarkan di Layanan Pelanggan.

Jika kita bisa, kita bisa melakukannya karena akan membuat keadaan menjadi lebih baik, bukan hanya Layanan Pelanggan. Tapi kita tidak bisa melakukannya, karena itu kami bekerja dengan orang-orang yang kami yakini memiliki ciri-ciri ini.

Berikut 5 ciri yang tidak bisa Anda ajarkan:

1. Antusiasme.

Kami melihatnya, merasakannya, dan berharap setiap orang memilikinya. Tapi tidak semua orang memilikinya. Seringkali tercermin di wajah mereka saat mengajukan permintaan dan harus menampakkan wajah cemberut “tunggu sebentar” yang tidak melakukan apapun untuk membantu kita percaya bahwa kita memerlukan Servis yang sangat kita harapkan  lebih baik daripada yang ditunjukkan oleh Tn atau Nn. Cemberut.

Antusiasme itu menular dan menyenangkan.  Orang dengan antusiasme ada dimana-mana, siap dan bersedia melakukan apapun untuk memastikan kita memiliki layanan pelanggan yang menggagumkan. Ini dicerminkan dengan kebanggan saat mereka melakukan pekerjaannya dengan baik, perhatian yang diberikan untuk memastikan segala sesuatunya berjalan lancar dan penyampaian  “Adakah yang bisa saya lakukan Tn. Atau Ny. Pelanggan?”

Orang dengan antusiasme hampir punah saat ini. Korban dari layanan pelanggan yang “lebih cepat, lebih banyak, dan lebih murah”.

Apakah Anda mencontohkan “Lebih cepat, lebih banyak, lebih murah” atau Anda mencoba menumbuhkan Antusiasme Layanan Pelanggan?

2. Kebahagiaan.

Perasaan senang. Saya menjadi yakin jika terkadang kebahagiaan disalahartikan dengan kata Pencerahan. Saya ingin bertanya pada Anda. Pernahkah Anda bertemu seseorang yang bahagia? Benar-benar bahagia?, kapan? Menurut Anda darimana asal “Happy hour”? Poinnya adalah ketika orang merasa bahagia, akan mengarah juga ke akhir dari kebahagiaan, atau keadaan tidak bahagia. Dengan kata lain, ada batasan.

Saya kira tidak ada batasan  Pencerahan. Meski Anda berpikir demikiann, ini bukan sesuatu yang bisa Anda ajarkan. Anda bisa merasakannya. Anda bisa melihatnya ketika orang lain benar-benar merasakannya. Anda tidak bisa mengajarkan seseorang untuk Bahagia atau mengalami Pencerahan. Mereka menemukannya dari dalam diri mereka sendiri.

3. Komitmen.

Perasaan yang dimiliki seseorang ketika memutuskan untuk melakukan sesuatu tidak peduli dengan biaya atau perjalanan yang harus dilakukan. Kemampuan untuk melihatnya hingga akhir. Orang yang memiliki komitmen tidak mudah goyah. Mereka selalu selangkah lebih maju dibanding yang lainnya, fokus pada penghargaan, tujuan, dan akhir.

Mereka  mengalami cobaan dan kesengsaraan  dan ketika Anda menanyakannya, mereka mengangkat bahu dan mengatakan hal seperti “Begitulah kami mengerjakannya” atau “Ini perlu dikerjakan”. Mereka memiliki sedikit kepedulian terhadap ide-ide orang lain yang tidak bisa melihat dunia dari sudut pandangnya. Mereka mengangkat bahu dan mengatakan “Ini harus diselesaikan, dan sayalah orang yang akan melakukannya.” Anda tidak bisa mengajarkan hal tersebut.

4. Keyakinan.

Ide-ide yang sepenuhnya dirasakan seseorang, yang berulangkali terjadi di dalam diri mereka dan mengatakan mereka di jalur yang tepat. Mereka tidak membutuhkan keyakinan Anda, dan membiarkan Anda memiliki apa yang Anda yakini.

Sesaat setelah ada diantara kelompok, maka setiap orang dalam kelompok akan merasakannya. Dentuman drum yang dirasakan dan dimainkan oleh semua orang. Ini membawa kekuatan alami bagi orang yang  tidak tergoyahkan. Saat semua merasa ragu, Keyakinanlah yang membantu melaluinya.

Saya pernah mengalami keyakinan dan kehilangan keyakinan dan saya bisa katakan pada Anda saat kehilangan keyakinan, secara literal bisa merusak jiwa. Pada saat inilah seseorang harus menemukan percikan kecil, yang membakar dan memulai  api baru. Anda tidak bisa mengajarkan hal tersebut.

5. Perilaku.

Diantara semua hal, saya ingin memilki kemampuan mengajar Perilaku. Anda bisa menunjuk seseorang dengan perilaku tertentu dan mengatakan “Dia memiliki perilaku yang luar biasa, Anda bisa melakukannya dengan baik jika bisa menirunya” dan orang akan mengatakan  “Oh, begitu. Tidak masalah.  Perilaku disesuaikan hingga maksimum. Terima kasih.” Dan jadilah.

Atau mengatakan seperti ini “Pelajari buku ini, baca bab 3 dan 4, jawab pertanyaan di akhir bab dan Anda akan mendapatkan perilaku yang dibutuhkan dalam hidup.” Tepat. Dunia akan menjadi tempat yang lebih menarik jika Perilaku kita tertata dan bekerja sama mencapai sasaran.

“Bayangkan,” seperti yang dikatakan seseorang. Anda tidak bisa mengajar perilaku di Layanan Pelanggan.

Jika Anda berupaya mengajarkan salah satu dari ciri ini pada karyawan Anda dengan harapan mereka akan menjadi Customer Service Profesional, lupakan.

Konsentrasi pada menemukan orang-orang yang memiliki ciri tersebut.

Bantu mereka menumbuhkan Antusiasme, Kebahagiaan, Komitmen, Keyakinan dan Perilaku. Anda akan merasa lebih bahagia dengan hasilnya. (Atau mendapatkan pencerahan).

Artikel ini ditulis dengan harapan Anda bisa melakukan sesuatu dengan pemikiran dan ide yang dihadirkan disini. Ambil tindakan dan jadilah berbeda.

***

Penulis: Leonard Buchholz adalah seorang Certified Trainer, Pembicara dan Penulis. Seminar dengan topik seperti Layanan Pelanggan, Manajemen dan Komunikasi.  Dikenal dengan seminar “High Touch”,  dimana peserta segera menentukan 3 sasaran dan pembelajaran jangka panjang. Leonard adalah keynote speaker yang dinamis yang mampu menjalankan acara dengan antusiasme dan karisma.

Sumber: www.customerservicemanager.com
Diterjemahkan oleh: Iin – Tim Pengusahamuslim.com

comments


nikimura